Syukur

sebuah kalimat sederhana yang tak mudah untuk dilakukan jika hati tidak bisa menerima. Setiap apa yang kita miliki hari ini adalah hasil kerja keras, doa dan restuNya. Tak ada orang yang sukses atau berhasil hanya karena diturunkan dari orang tua yang kaya atau memiliki jabatan tinggi. Ukuran kebahagiaan juga tidak sekedar dari apa yang dimiliki atau jabatan apa yang dikuasai.
Bahagia di mata orang kebanyakan tidak dapat dijadikan ukuran. Bahwa yang menjalaninyalah yang dapat menilai dan menentukan standar kebahagiaan yang ia tuju, dan itu pastinya setiap orang berbeda-beda, itulah salah satu tanda kebesaranNya dalam mencipta manusia. InsyaAllah.

Sabar

Sebuah kalimat yang sederhana, ringkas dan padat. kalimat ini biasanya lebih mudah untuk diucapkan, namun (biasanya lagi) susah untuk dijalankan.

Setiap orang memiliki batasan sendiri terkait kapan harus sabar dan kapan tidak harus sabar. Relativitas inilah yang katanya bisa menunjukkan kematangan pribadi seseorang. Pengalaman/kematangan usia, lingkungan, aktivitas sehari-hari dan masukan kepada pribadi itulah yang bisa menambahkan nilai-nilai pada suatu pribadi manusia.

Karakter manusia tidak bisa dirubah dalam waktu yang seketika, dalam bahasa jawa ada istilah “watuk iso diobati, ning watak ora iso diobati“, yang dalam bahasa indonesia artinya kurang lebih batuk bisa disembuhkan, namun watak/karakter tidak bisa diubah. Secara kasar/keras memang seperti itu. Namun kembali lagi bahwa karakter sifat manusia masih bisa di(ber)ubah sesuai dengan beberapa hal yang telah disebut diatas, antara lain lingkungan, aktivitas dan masukan kepada pribadi seseorang.

Karakter merupakan bawaan lahiriah seorang manusia, terbentuk melalui proses yang tumbuh seiring dengan usia dan lingkungannya dan bagaimana lingkungan memperlakukan manusia tersebut. Seorang anak laki-laki, jika tumbuh dengan perlakuan lingkungan wanita, bisa membuat karakter anak laki-laki tersebut menjadi wanita dan sebaliknya. Bahwa kita tidak boleh memandang satu sebab saja yang membuat/mempengaruhi karakter seseorang. Ada banyak sekali faktor pembentuknya. Maka dari inilah kita diharapkan bisa memahami dan memaklumi jika seseorang memiliki karakter tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Harapan adalah sesuatu yang ideal, dan fakta adalah realita.

maka  bersabarlah jika menghadapi orang yang tidak sesuai dengan keinginan kita    🙂

Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan

luar biasa, beda sekali dengan polisi oh polisi sekarang ini

Info Wisata Jogja

Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis , pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir.

Lihat pos aslinya 1.549 kata lagi