Pertandingan Pembuka PD 2014

Pertandingan pembuka antara tuan rumah melawan Kroasia berlangsung meriah. Seperti bisa di duga sebelumnya, Brasil dengan bintangnya Neymar mendominasi pertandingan. Namun demikian Kroasia lebih dahulu unggul akibat gol tak sengaja dari pemain Real Madrid, Marcello. Sang pemain tak mampu hindari bola yang mengarah ke kakinya di depan gawang sendiri. Umpan silang pemain Kroasia itu mengenai kakinya dan masuk ke gawang sendiri. Gollll……..
Rekor gol bunuh diri dipertandingan pembuka 🙂
Selanjutnya Brasil terus mendominasi pertandingan. Upaya untuk menyamakan kedudukan baru bisa berhasil saat tendangan silang sang bintang merobek gawang kroasia di sepertiga akhir babak pertama.
Babak kedua tetap menjadi milik Brasil. Tuan rumah berbalik unggul setelah mendapat pinalti yang sempat di protes tim Kroasia.
Menjelang akhir pertandingan tuan rumah menegaskan dominasiny dengan gol ketiga dari Oscar. Pemain Chelsea tersebut melepaskan tembakan ke pojok kiri gawang tim tamu dari luar kotak pinalti. Golllll 3-1!!!!!!
Menutup skor dan menghilangkan kontroversi pinalti yang mereka dapatkan. Tim tamu tidak terlalu mengecewakan. Masih ada dua  pertandingan di penyisihan grup.
Selamat menyaksikan pesta dunia.

Iklan

MEMBACA LABEL KEMASAN MAKANAN-MINUMAN

Gambar

Apabila kita membeli sebuah produk makanan-minuman biasanya terdapat beberapa keterangan dikemasan mengenai komposisi bahan, produsen dan hal-hal lain yang ada dalam produk tersebut. Kebanyakan konsumen tidak terlalu memperhatikan hal itu karena dianggap tidak terlalu penting untuk dilihat dan dibaca. Padahal informasi yang tercantum dalam kemasan suatu produk sangat penting untuk diketahui konsumen sebelum menggunakan suatu produk.

Dengan alasan lebih efisien dan praktis, orang percaya pada produk makanan berdasarkan kebiasaan atau iklan dan promosi. Padahal menurut sebuah studi, kebiasaan memeriksa label makanan membuat orang, terutama perempuan, lebih kurus sampai 4 kilogram. Petunjuk atau informasi yang dicantumkan dalam suatu kemasan dimuat bukan tanpa suatu maksud tertentu. Dalam hal ini, konsumen selaku penikmat jasa diharapkan dapat kritis dan melindungi dirinya dari kontaminasi bahan berbahaya yang mungkin terkandung dalam setiap produk makanan.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membaca label produk pangan:

  1. Nama pangan olahan, Nama pangan olahan terdiri dari nama jenis dan nama dagang. Nama jenis adalah pernyataan atau keterangan identitas mengenai pangan olahan. Nama dagang adalah tanda berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan peredaran pangan.
  2. Berat bersih atau isi bersih, Berat bersih atau isi bersih adalah pernyataan pada label yang memberikan keterangan mengenai kuantitias atau jumlah pangan olahan yang terdapat di dalam kemasan.
  3. Nama dan alamat produsen atau distributor, Untuk pangan olahan dalam negeri, terdapat nama dan alamat produsen pangan olahan di wilayah Indonesia. Untuk pangan olahan dari luar negeri, tercantum nama dan alamat pihak produsen di luar negeri serta nama distributor/importir.
  4. Daftar bahan yang digunakan atau komposisi, Keterangan komposisi atau daftar bahan yang digunakan dalam kegiatan atau proses produksi pangan dicantumkan pada label secara lengkap dan berurutan mulai dari jumlah terbanyak.
  5. Nomor pendaftaran pangan, Nomor pendaftaran yang dikeluarkan Badan POM RI yaitu: BPOM RI MD (pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri) dan BPOM RI ML (pangan olahan dari luar negeri). Nomor pendaftarannya terdiri atas 12 digit angka. Sementara jika izin diberikan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota nomor pendaftaran berupa P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga).
  6. Keterangan kadaluarsa, Ini merupakan batas akhir suatu pangan olahan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen. Keterangan kadaluarsa dicantumkan pada label dengan didahului tulisan “Baik digunakan sebelum”.
  7. Kode produksi, Ini adalah kode yang dapat memberikan penjelasan tentang riwayat proses produksi pangan olahan yang diproduksi pada kondisi dan waktu yang sama. Kode produksi dapat disertai dengan atau berupa tanggal produksi (tanggal, bulan, tahun).

Selain tujuh informasi tersebut, hal lain yang perlu diperhatikan adalah:

ü  Keterangan kandungan gizi
Keterangan ini dinyatakan sebagai informasi atau klaim nilai gizi. Dengan keterangan ini, calon konsumen dapat menyesuaikan kebutuhan gizinya.

ü  Pangan halal
Tulisan “Halal” hanya dapat dicantumkan pada pangan olahan yang mempunyai sertifikat “Halal” dari lembaga yang berwenang di Indonesia dan mendapat persetujuan pencantuman tulisan “Halal” dari Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM.

ü  Keterangan petunjuk penyimpanan
Pangan olahan dalam kemasan yang tidak mungkin dikonsumsi dalam satu kali makan harus mencantumkan cara penyimpanan setelah kemasan dibuka.

ü  Peringatan
Label pangan tertentu harus mencantumkan tulisan atau peringatan. Misalnya pada pangan olahan yang mencantumkan babi harus mencantumkan “Mengandung Babi” atau produk susu kental manis mencantumkan “Perhatian: Tidak Cocok Untuk Bayi”.

ü  Kemasan

Kemasan sebuah produk harus bisa menjamin produk didalamnya aman untuk dikonsumsi. Proses pengiriman barang bisa merubah kondisi suatu produk jika penanganannya tidak tepat. Kemasan suatu produk rusak disebabkan perlakuan yang tidak tepat ataupun kalalaian sehingga isi didalamnya tidak terjamin untuk dikonsumsi.

ü  Kondisi Produk

Secara kasat mata kita bisa melihat kualitas suatu produk makanan-minuman masih layak untuk dikonsumsi ataupun tidak. Ini terkait juga dengan kemasan dan cara penyimpanan. Terkadang perlu juga kita perhatikan aroma dari produk yang akan kita beli.

ü  Informasi Produk

Meskipun sebuah produk sudah mencantumkan label mengenai komposisi, namun perlu kita pastikan apakah informasi tersbut dapat dengan jelas kita baca. Terkadang ada informasi suatu produk yang tidak bisa dengan jelas terbaca dikarenakan cetakan tulisannya tidak bagus ataupun juga ada produk yang sengaja informasinya ditampilkan seadanya.

Beberapa hal di atas perlu untuk kita perhatikan ketika akan membeli suatu produk, khususnya makanan-minuman karena asupan yang masuk ke dalam tubuh kita maupun keluarga akan mempengaruhi kesehatan kita, baik jangka pendek maupun jangka pandang. Dengan menjadi konsumen yang cerdas, artinya bisa memilih dan memahami informasi suatu produk, maka kita akan terhindar dari kerugian yang disebabkan oleh makanan-minuman.

Selain beberapa hal yang telah disebutkan diatas, untuk saat ini di Indonesia banyak beredar makanan-minuman impor yang didatangkan langsung dari luar negeri. Artinya produk tersebut kemasannya masih menggunakan bahasa petunjuk dari negara asal. Jika demikian kita harus memastikan apakah pada kemasan tersebut terdapat tambahan informasi kandungan produk tersebut, yang biasanya berupa stiker berisi informasi produk yang sudah dialihbahasakan ke bahasa Indonesia. Demikian, semoga bermanfaat.

“Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan.”

 

dimuat dalam buletin LOS DIY, September – Oktober 2012

Tips dan Trik Membangun Bisnis Ramah Lingkungan

“Bagaimana caranya membangun bisnis yang ramah lingkungan? Berikut kami informasikan tips bisnis yang bisa Anda jalankan untuk membangun bisnis ramah lingkungan.”

Kepedulian masyarakat terhadap isu global warming ternyata menghadirkan berbagai macam peluang usaha kreatif yang tentunya menghasilkan produk-produk unggulan yang ramah lingkungan. Maraknya pelaksanaan program 3R (Reuse, Reduce, dan Ricycle) terbukti cukup efektif untuk mengurangi dampak pemanasan global yang telah terjadi beberapa waktu terakhir. Kondisi inilah yang mendorong sebagian besar masyarakat kini mulai beralih menjalankan bisnis ramah lingkungan untuk memenangkan persaingan pasar yang ada.

Untuk membantu para pemula maupun pelaku usaha yang mendukung program kampanye go green, berikut ini kami informasikan beberapa tips dan trik yang bisa Anda jalankan untuk membangun bisnis yang ramah lingkungan.

Mulailah dengan mengurangi produksi limbah. Cara ini bisa dilakukan dengan menghindari beberapa kegiatan bisnis yang menghasilkan sampah atau limbah yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Hal ini penting karena limbah yang mengandung B3, bisa merusak kondisi lingkungan bila tidak diolah dengan cara yang tepat.

Memanfaatkan kembali limbah yang ada di sekitar lokasi usaha, dan didaur ulang menjadi berbagai macam produk baru yang tentunya ramah lingkungan. Dalam hal ini Anda bisa memanfaatkan limbah plastik, sampah kertas, besi bekas, serta beberapa jenis sampah lainnya yang tidak bisa diurai kembali oleh tanah.

Lakukan penghijauan dengan mulai menjalankan peluang usaha di bidang agribisnis. Tips ketiga ini bisa Anda lakukan dengan menjalankan bisnis budidaya jabon, jati, sengon atau jenis pohon kayu lainnya, memperluas lahan-lahan pertanian, serta mempopulerkan teknik budidaya tanaman dengan cara organik (100% tanpa menggunakan bahan kimia) guna mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara yang ada di sekitar kita.

Memanfaatkan kekayaan alam untuk menghasilkan energi baru yang ramah lingkungan. Misalnya saja seperti memanfaatkan cahaya matahari sebagai pembangkit listrik, atau bisa juga menjalankan bisnis bahan bakar nabati (bioetanol) yang memanfaatkan jagung, tetes tebu, atau singkong sebagai bahan utamanya untuk menggantikan bahan bakar seperti bensin.

Pilihlah peralatan usaha dan sarana transportasi yang lebih efisien untuk menghemat penggunaan energi. Strategi bisnis ini bisa Anda jalankan dengan memilih transportasi alternatif seperti kendaraan listrik, atau menggunakan sepeda untuk kegiatan usaha yang tidak terlalu jauh.

Buatlah gedung usaha yang ramah lingkungan. Ramah lingkungan yang dimaksudkan adalah membangun tempat usaha yang memiliki fentilasi cukup sehingga udara dan cahaya matahari bisa masuk ke ruang usaha Anda setiap harinya. Dengan begitu, Anda telah melakukan penghematan energi secara tidak langsung karena ruangan usaha Anda tidak membutuhkan pendingin udara (AC) serta lampu penerangan pada siang hari. Selain itu Anda juga bisa menghindari beberapa bahan material yang mengandung bahan kimia, sehingga tempat usaha Anda lebih sehat dan tentunya ramah lingkungan.

Pada dasarnya masih banyak program serta kegiatan lainnya yang bisa Anda jalankan untuk menjadikan bisnis Anda lebih ramah lingkungan. Semoga tips dan trik membangun bisnis ramah lingkungan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca, dan memberikan inspirasi baru bagi para pemula yang tertarik menekuni dunia usaha. Teruslah berkarya, jangan pernah lelah untuk berinovasi dan jadilah pengusaha sukses yang peduli dengan lingkungan di sekitar Anda. Salam sukses.

Depot Air Minum Isi Ulang

Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.

Dari data di atas bisa dilihat jumlah air yang dapat di konsumsi sangatlah kecil sehingga penting untuk disadari bersama agar tidak terjadi pemborosan dalam penggunaan air karena volume air di bumi tetap. Di sisi lain jumlah penduduk semakin lama semakin meningkat, data terakhir penduduk bumi pada awal 2012 mencapai angka hampir menyentuh 7 Miliar.

Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk maka Permintaan air terus akan meningkat dalam dekade mendatang. Kondisi ini bisa mengancam kelestarian lingkungan dan pada skala luas dapat memicu ketegangan antar Negara (bencana kemanusiaan di wilayah Rwanda dan Sudan adalah sedikit contoh dari konflik yang dipicu oleh perebutan sumber daya air).

Air sebagai salah kebutuhan pokok manusia menjadi sangat penting untuk dikelola dan di jaga agar tidak terjadi krisis yang berkepanjangan. Dengan semakin langkanya sumber air dan terus meningkatnya kebutuhan (penggunaan) air, maka langkah efisiensi dalam pemakaian air menjadi suatu keharusan.

Di sisi yang lain meningkatnya kebutuhan air menjadi lahan bisnis yang sangat menggiurkan. Air menjanjikan keuntungan yang sangat besar mengingat tingkat kepentingannya. Salah satunya bisnis air minum (dalam hal ini air minum isi ulang) merupakan peluang bisnis yang tetap survive di masa yang akan datang.

Buruknya kualitas airtanah dan air permukaan, serta kebutuhan penduduk yang terus meningkat terhadap air bersih untuk konsumsi memicu berdirinya banyak DAMIU. Namun keberadaan Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) dengan sistem penyulingan air yang canggih, belum menjamin sepenuhnya kelayakan air minum. Pasalnya, selain sistem pengolahan air, banyak faktor yang mempengaruhi kualitas air minum.

Saat ini jumlah DAMIU menjamur di mana-mana, yang di satu sisi memudahkan konsumen untuk mendapatkannya. Data dinkes Kota Yogyakarta pada awal 2012 ada 84 DAMIU yang mayoritas sumber (asal) airnya dari mata air pegunungan. Namun tidak sekedar sumber asal air yang penting, proses pengolahan (pemindahan) dari DAMIU ke galon konsumen juga harus diperhatikan. Hal ini karena ada standar minimal yang harus diperlakukan kepada air sebelum dimasukkan ke galon konsumen. Standar tersebut adalah

  1. Memiliki penyaringan berupa Pasir Silika dan Karbon Aktif
  2. Memiliki penyaringan filter sedimen
  3. Memiliki Ultraviolet yang sesuai kapasitas

Ketiga alat tersebut minimal harus ada dan berfungsi dalam rangkaian alat di DAMIU, karena jika salah satu alat tidak ada (berfungsi semestinya) maka kualitas air nya dapat dipertanyakan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dari 104 depot air minum isi ulang hanya 63 depot yang memenuhi standar kesehatan. Bahkan dari jumlah itu baru 20 depot yang telah memiliki sertifikat layak.

Sementara Data Dinkes Kota Jogja mencatat awal 2012 sebanyak 24 depot atau 28,6% menjual air minum yang mengandung E.Coli. Padahal sesuai aturan kesehatan, standar air minum murni sama sekali tidak mengandung bakteri tersebut. Karena air tersebut akan langsung diminum alias tidak melalui proses masak lagi.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah masalah kesehatan. Masyarakat sudah terlanjur yakin bahwa tingkat kesehatan air yang dijual sudah memenuhi syarat. Sehingga tidak ada keraguan untuk mengkonsumsinya. Efek jangka panjang perlu menjadi perhatian yang serius bagi semua pihak. Sangat penting untuk disadari bersama akan hak-hak konsumen untuk mendapatkan produk yang berkualitas dan aman dikonsumsi.

Pengawasan dari pihak terkait dan juga tidak terlepas dari konsumen sangat diperlukan guna menjamin kesehatan dan keberlangsungan usaha DAMIU. Kesadaran dari pemilik DAMIU untuk melakukan kontrol alat berkelanjutan dan penggantian alat sesuai ketentuan menjadi poin penting agar konsumen mendapatkan produk sesuai rupiah yang telah dibayarkan.