Imigrasi Tiga Negara

Membandingkan pelayanan imigrasi bandara tiga negara yang kebetulan saya rasakan minggu yang lalu menjadi sebuah cerita tersendiri.
Diawali dari terminal dua Bandara Internasional Juanda yang mana saya berangkat melaluinya sekitar jam 05.00. Pemeriksaan sesuai SOP di mana seluruh benda yang mengandung logam (ikat pinggang, sepatu bersol besi dsb) baiknya di lepas sebelum melewati pintu x-ray, dan prosedur itu dengan mudah saya lewati. Hanya satu yang terlupakan dan buat petugasnya agak marah karena saya cuekin adalah saat dia bilang untuk segera pakai kembali tas saya, hehe. Santai aj bung kt saya. Rating dua dari tiga.
Selanjutnya saat masuk imigrasi di KL lancar saja sesuai prosedur, bahkan saya dikira orang malay saat disarankan masuk pintu imigrasi. Hehe. Petugasnya ramah dan mengarahkan antrian agar tidak terlalu panjang. Saat itu di KL transit saja. Empat jam berselang masuk imigrasi lagi untuk keluar menuju BSB. Antrean di x-ray panjang dan agak kacau meski saya sudah tempatkan semua barang di tas dan keranjang. Tak ada logam melekat dibadan pokoknya. Saat itu barengan dengan rombongan keluarga India dan Tiongkok yang ada anak kecil dan orang sepuhnya. Pemeriksaan lambat karna bnyk barang tak seharusnya di tas mereka. Misalnya gunting, cairan lebih 100 ml dan aneka logam lain. Saya tepat dibelakang rombongan tersebut. Petugas imigrasi tampak tidak sabar menghadapi mereka (mungkin trauma pesawat hilang yang tak kunjung ketemu). Setelah agak lama baru saya bisa keluar pintu x-ray, namun saya terlupa jam tangan yang ikut saya taruh dibaki.
Jalan beberapa meter saya baru ingat dan kebingungan mencari jam tangan. Bongkar tas tak ada, jaket saya lepas tetap tak ketemu. Untung ada orang India yang dibelakang saya kasih tahu bahwa ada jam tangan tertinggal di pintu x-ray. Thankyou. Bergegas kembali ke petugas imigrasi di pintu x-ray. Ibu-ibu berseragam biru tua agak galak yang bawa dua jam ditangan, saya yakin salah satunya milikku. Saat ku datang dan meminta jam tangan dia ngetes aku dengan tanya pakai bahasa inggris, jujur aku ga ngerti maksudnya, ku jawab sekenanya berkali-kali dia masih bergeming. Akhirnya dengan bahasa Indonesia aku bilang tak mengerti pertanyaannya, dia baru ajukan pertanyaan yang bisa langsung aku jawab. Jam tangan sudah kembali dan kutinggalkan pintu imigrasi dengan senyuman. Rating satu koma tujuh lima.
Sampai di BSB masuk imigrasi kedatangan sangat mudah dan ramah. Di tanya berapa hari kunjungan dan tujuannya. Tau kalo untuk jalan-jalan petugas imigrasi dengan cepat beri cap dan ijinkan masuk negara sultan tersebut (mungkin jarang yang berwisata ke Brunei). Rate dua setengah untuk keramahannya.
Ini secuil tulisan tentang imigrasi tiga negara.

Iklan

One thought on “Imigrasi Tiga Negara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s