PENGANUGERAHAN LOS AWARD 2013 DAN SEMINAR VISI CALON DPD DIY DALAM MENEGAKKAN BISNIS BERETIKA

Gambar

Kegiatan penganugerahan LOS AWARD 2013 dan seminar etika bisnis dilaksanakan pada Sabtu, 21 Desember 2013 di Ruang Yogyakarta, Hotel Santika Yogyakarta. Acara dilaksanakan mulai sekitar pukul sembilan pagi diawali dengan pembukaan dan sambutan sekaligus laporan pertanggungjawaban dari Ketua LOSDIY Nukman Firdausie, S. Ant. Dalam sambutannya Ketua LOSDIY menyampaikan berbagai macam kegiatan yang telah LOSDIY laksanakan ditahun 2013. Disamping itu juga disampaikan jumlah kasus yang diadukan serta klasifikasinya berdasarkan lingkup masing-masing bidang usaha. Kasus yang mendominasi di tahun 2013 sampai dengan 15 Desember 2013 masih sama dengan tahun 2012 yang lalu yakni bidang Perusahaan Pembiayaan (leasing). Data terakhir ada lima belas kasus dibidang pembiayaan, sembilan kasus bidang jasa dan yang lain metara pada bidang koperasi, BMT, Asuransi, Pendidikan, Properti dan Lingkungan. Total ada lima puluh tujuh kasus yang dilaporkan dan delapan puluh empat kasus yang dikonsultasikan. Dari sekian kasus tersebut sebagian besar sudah ada penyelesaian dan LOSDIY telah mengeluarkan rekomendasi atas permasalahan yang diadukan. Selanjutnya disampaikan beberapa kegiatan LOSDIY dalam tahun 2013 seperti diskusi, seminar dan penelitian. Ketua LOSDIY berharap tahun depan semakin dapat meningkatkan kinerja kelembagaan serta mendorong penegakan etika usaha kepada seluruh pelaku bisnis di DIY.  Setelah penyampaian laporan pertanggungjawaban LOSDIY, acara dilanjutkan dengan sesi keynote speech yang dalam hal ini Wakil Gubernur DIY diwakili oleh Asisten Sekretaris Daerah I bidang pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Sulistyo S.H. CN, M.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa masalah pelanggaran etika usaha masih banyak terjadi meskipun LOSDIY sudah terbentuk. Pencapaian target sebesar-besarnya serta upaya mengeruk keuntungan secara instan menjadi sebab banyak terjadi pelanggaran prinsip bisnis etis. Ada empal hal utama yang sering dilanggar etikanya dalam melakukan sebuah usaha swasta, yakni ketidakpatuhan pada hukum, penjualan produk tidak baik, praktik bisnis yang curang serta iklan menyesatkan. Keempat hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan bersama guna menghindari terjadinya pelanggaran etika usaha. Para pelaku usaha masih kurang menyadari penting dan manfaat nyata dari penerapan prinsip, nilai dan standar etika usaha. Mestinya etika usaha dipandang sebagai bagian investasi, bukan sebagai beban biaya. Penyampaian pidato oleh keynote speech dilanjutkan dengan acara utama yakni pengumuman pemenang LOS AWARD 2013. Ketua tim juri Nursya’bani Purnama, SE., M.Si menyampaikan ada tiga bidang kategori yang dinilai oleh LOSDIY, yakni Kepala Daerah Tingkat Dua, Asosiasi Pengusaha dan Media Cetak. Sesuai dengan indikator penilaian masing-masing kategori ada tiga nominator dan untuk tahun 2013 Pemenang masing-masing kategori adalah Bupati Kulonprogo (Kepala daerah), AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia) DIY (Asosiasi Pengusaha) dan Harian Tribun Jogja (Media Cetak). Trophy diserahkan kepada masing-masing pemenang oleh Keynote Speech dan piagam penghargaan oleh ketua LOSDIY. Setelah penyampaian pemenang LOS AWARD acara dilanjutkan dengan Seminar Visi Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Mewujudkan Iklim Investasi Yang Kondusif Melalui Pelembagaan Bisnis Beretika dan Berkelanjutan. Seminar dipimpin oleh moderator Nursya’bani Purnama dengan menghadirkan empat pembicara dari calon anggota DPD RI daerah pemilihan DIY. Para pembiacara adalah Drs. HA. Hafidh Asrom, MM, Drs. M. Afnan Hadikusumo, K.H Muhaimin dan Suratman, SH, MH. Para pembicara menyampaikan materi investasi dan pemberdayaan masyarakat DIY guna mengangkat ekonomi mereka. Disadari bersama oleh para nara sumber bahwa DIY tidak memiliki potensi alam yang melimpah dan menjanjikan, namun adanya UMKM yang mengandalkan sumber daya manusia terbukti mampu bertahan menghadapi terjangan krisis ekonomi menjadi sebuah poin penting bagaimana ekonomi Yogyakarta disokong oleh kekuatan bersama seluruh masyarakat. Untuk itu para pelaku bisnis di Yogyakarta didorong untuk terus mengkampanyekan penegakan etika dalam berusaha serta menjadikannya sebagai suatu budaya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s