MEMBACA LABEL KEMASAN MAKANAN-MINUMAN

Gambar

Apabila kita membeli sebuah produk makanan-minuman biasanya terdapat beberapa keterangan dikemasan mengenai komposisi bahan, produsen dan hal-hal lain yang ada dalam produk tersebut. Kebanyakan konsumen tidak terlalu memperhatikan hal itu karena dianggap tidak terlalu penting untuk dilihat dan dibaca. Padahal informasi yang tercantum dalam kemasan suatu produk sangat penting untuk diketahui konsumen sebelum menggunakan suatu produk.

Dengan alasan lebih efisien dan praktis, orang percaya pada produk makanan berdasarkan kebiasaan atau iklan dan promosi. Padahal menurut sebuah studi, kebiasaan memeriksa label makanan membuat orang, terutama perempuan, lebih kurus sampai 4 kilogram. Petunjuk atau informasi yang dicantumkan dalam suatu kemasan dimuat bukan tanpa suatu maksud tertentu. Dalam hal ini, konsumen selaku penikmat jasa diharapkan dapat kritis dan melindungi dirinya dari kontaminasi bahan berbahaya yang mungkin terkandung dalam setiap produk makanan.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membaca label produk pangan:

  1. Nama pangan olahan, Nama pangan olahan terdiri dari nama jenis dan nama dagang. Nama jenis adalah pernyataan atau keterangan identitas mengenai pangan olahan. Nama dagang adalah tanda berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan peredaran pangan.
  2. Berat bersih atau isi bersih, Berat bersih atau isi bersih adalah pernyataan pada label yang memberikan keterangan mengenai kuantitias atau jumlah pangan olahan yang terdapat di dalam kemasan.
  3. Nama dan alamat produsen atau distributor, Untuk pangan olahan dalam negeri, terdapat nama dan alamat produsen pangan olahan di wilayah Indonesia. Untuk pangan olahan dari luar negeri, tercantum nama dan alamat pihak produsen di luar negeri serta nama distributor/importir.
  4. Daftar bahan yang digunakan atau komposisi, Keterangan komposisi atau daftar bahan yang digunakan dalam kegiatan atau proses produksi pangan dicantumkan pada label secara lengkap dan berurutan mulai dari jumlah terbanyak.
  5. Nomor pendaftaran pangan, Nomor pendaftaran yang dikeluarkan Badan POM RI yaitu: BPOM RI MD (pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri) dan BPOM RI ML (pangan olahan dari luar negeri). Nomor pendaftarannya terdiri atas 12 digit angka. Sementara jika izin diberikan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota nomor pendaftaran berupa P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga).
  6. Keterangan kadaluarsa, Ini merupakan batas akhir suatu pangan olahan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen. Keterangan kadaluarsa dicantumkan pada label dengan didahului tulisan “Baik digunakan sebelum”.
  7. Kode produksi, Ini adalah kode yang dapat memberikan penjelasan tentang riwayat proses produksi pangan olahan yang diproduksi pada kondisi dan waktu yang sama. Kode produksi dapat disertai dengan atau berupa tanggal produksi (tanggal, bulan, tahun).

Selain tujuh informasi tersebut, hal lain yang perlu diperhatikan adalah:

ü  Keterangan kandungan gizi
Keterangan ini dinyatakan sebagai informasi atau klaim nilai gizi. Dengan keterangan ini, calon konsumen dapat menyesuaikan kebutuhan gizinya.

ü  Pangan halal
Tulisan “Halal” hanya dapat dicantumkan pada pangan olahan yang mempunyai sertifikat “Halal” dari lembaga yang berwenang di Indonesia dan mendapat persetujuan pencantuman tulisan “Halal” dari Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM.

ü  Keterangan petunjuk penyimpanan
Pangan olahan dalam kemasan yang tidak mungkin dikonsumsi dalam satu kali makan harus mencantumkan cara penyimpanan setelah kemasan dibuka.

ü  Peringatan
Label pangan tertentu harus mencantumkan tulisan atau peringatan. Misalnya pada pangan olahan yang mencantumkan babi harus mencantumkan “Mengandung Babi” atau produk susu kental manis mencantumkan “Perhatian: Tidak Cocok Untuk Bayi”.

ü  Kemasan

Kemasan sebuah produk harus bisa menjamin produk didalamnya aman untuk dikonsumsi. Proses pengiriman barang bisa merubah kondisi suatu produk jika penanganannya tidak tepat. Kemasan suatu produk rusak disebabkan perlakuan yang tidak tepat ataupun kalalaian sehingga isi didalamnya tidak terjamin untuk dikonsumsi.

ü  Kondisi Produk

Secara kasat mata kita bisa melihat kualitas suatu produk makanan-minuman masih layak untuk dikonsumsi ataupun tidak. Ini terkait juga dengan kemasan dan cara penyimpanan. Terkadang perlu juga kita perhatikan aroma dari produk yang akan kita beli.

ü  Informasi Produk

Meskipun sebuah produk sudah mencantumkan label mengenai komposisi, namun perlu kita pastikan apakah informasi tersbut dapat dengan jelas kita baca. Terkadang ada informasi suatu produk yang tidak bisa dengan jelas terbaca dikarenakan cetakan tulisannya tidak bagus ataupun juga ada produk yang sengaja informasinya ditampilkan seadanya.

Beberapa hal di atas perlu untuk kita perhatikan ketika akan membeli suatu produk, khususnya makanan-minuman karena asupan yang masuk ke dalam tubuh kita maupun keluarga akan mempengaruhi kesehatan kita, baik jangka pendek maupun jangka pandang. Dengan menjadi konsumen yang cerdas, artinya bisa memilih dan memahami informasi suatu produk, maka kita akan terhindar dari kerugian yang disebabkan oleh makanan-minuman.

Selain beberapa hal yang telah disebutkan diatas, untuk saat ini di Indonesia banyak beredar makanan-minuman impor yang didatangkan langsung dari luar negeri. Artinya produk tersebut kemasannya masih menggunakan bahasa petunjuk dari negara asal. Jika demikian kita harus memastikan apakah pada kemasan tersebut terdapat tambahan informasi kandungan produk tersebut, yang biasanya berupa stiker berisi informasi produk yang sudah dialihbahasakan ke bahasa Indonesia. Demikian, semoga bermanfaat.

“Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan.”

 

dimuat dalam buletin LOS DIY, September – Oktober 2012

Iklan

2 thoughts on “MEMBACA LABEL KEMASAN MAKANAN-MINUMAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s