Depot Air Minum Isi Ulang

Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.

Dari data di atas bisa dilihat jumlah air yang dapat di konsumsi sangatlah kecil sehingga penting untuk disadari bersama agar tidak terjadi pemborosan dalam penggunaan air karena volume air di bumi tetap. Di sisi lain jumlah penduduk semakin lama semakin meningkat, data terakhir penduduk bumi pada awal 2012 mencapai angka hampir menyentuh 7 Miliar.

Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk maka Permintaan air terus akan meningkat dalam dekade mendatang. Kondisi ini bisa mengancam kelestarian lingkungan dan pada skala luas dapat memicu ketegangan antar Negara (bencana kemanusiaan di wilayah Rwanda dan Sudan adalah sedikit contoh dari konflik yang dipicu oleh perebutan sumber daya air).

Air sebagai salah kebutuhan pokok manusia menjadi sangat penting untuk dikelola dan di jaga agar tidak terjadi krisis yang berkepanjangan. Dengan semakin langkanya sumber air dan terus meningkatnya kebutuhan (penggunaan) air, maka langkah efisiensi dalam pemakaian air menjadi suatu keharusan.

Di sisi yang lain meningkatnya kebutuhan air menjadi lahan bisnis yang sangat menggiurkan. Air menjanjikan keuntungan yang sangat besar mengingat tingkat kepentingannya. Salah satunya bisnis air minum (dalam hal ini air minum isi ulang) merupakan peluang bisnis yang tetap survive di masa yang akan datang.

Buruknya kualitas airtanah dan air permukaan, serta kebutuhan penduduk yang terus meningkat terhadap air bersih untuk konsumsi memicu berdirinya banyak DAMIU. Namun keberadaan Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) dengan sistem penyulingan air yang canggih, belum menjamin sepenuhnya kelayakan air minum. Pasalnya, selain sistem pengolahan air, banyak faktor yang mempengaruhi kualitas air minum.

Saat ini jumlah DAMIU menjamur di mana-mana, yang di satu sisi memudahkan konsumen untuk mendapatkannya. Data dinkes Kota Yogyakarta pada awal 2012 ada 84 DAMIU yang mayoritas sumber (asal) airnya dari mata air pegunungan. Namun tidak sekedar sumber asal air yang penting, proses pengolahan (pemindahan) dari DAMIU ke galon konsumen juga harus diperhatikan. Hal ini karena ada standar minimal yang harus diperlakukan kepada air sebelum dimasukkan ke galon konsumen. Standar tersebut adalah

  1. Memiliki penyaringan berupa Pasir Silika dan Karbon Aktif
  2. Memiliki penyaringan filter sedimen
  3. Memiliki Ultraviolet yang sesuai kapasitas

Ketiga alat tersebut minimal harus ada dan berfungsi dalam rangkaian alat di DAMIU, karena jika salah satu alat tidak ada (berfungsi semestinya) maka kualitas air nya dapat dipertanyakan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dari 104 depot air minum isi ulang hanya 63 depot yang memenuhi standar kesehatan. Bahkan dari jumlah itu baru 20 depot yang telah memiliki sertifikat layak.

Sementara Data Dinkes Kota Jogja mencatat awal 2012 sebanyak 24 depot atau 28,6% menjual air minum yang mengandung E.Coli. Padahal sesuai aturan kesehatan, standar air minum murni sama sekali tidak mengandung bakteri tersebut. Karena air tersebut akan langsung diminum alias tidak melalui proses masak lagi.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah masalah kesehatan. Masyarakat sudah terlanjur yakin bahwa tingkat kesehatan air yang dijual sudah memenuhi syarat. Sehingga tidak ada keraguan untuk mengkonsumsinya. Efek jangka panjang perlu menjadi perhatian yang serius bagi semua pihak. Sangat penting untuk disadari bersama akan hak-hak konsumen untuk mendapatkan produk yang berkualitas dan aman dikonsumsi.

Pengawasan dari pihak terkait dan juga tidak terlepas dari konsumen sangat diperlukan guna menjamin kesehatan dan keberlangsungan usaha DAMIU. Kesadaran dari pemilik DAMIU untuk melakukan kontrol alat berkelanjutan dan penggantian alat sesuai ketentuan menjadi poin penting agar konsumen mendapatkan produk sesuai rupiah yang telah dibayarkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s